Pages

Rabu, 18 April 2012

subwayyyyyyy

Didera kemacetan lalu lintas siang-malam di jalan raya juga bisa terkena gangguan jiwa. Perhatikan saja bila sedang berada di tengah kemacetan, lalu ada pengendara membunyikan klakson berulang-ulang. Dapat kita maklumi yang bersangkutan sedang kehilangan akal sehatnya alias stres.
Menyikapi upaya pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta bersama investor membagun mass rapit transit (MRT), subway atau kereta bawah tanah, tanpa basa basi kita dukung 100 persen!  Bila disodorkan pilihan membangun  tol baru dalam kota, maka dengan tegas menyatakan tidak karena kita memilih subway!
Tol bukan jaminan lalu lintas bisa lancar. Buktinya, sejak Jakarta dilengkapi tol, kemacetan makin menyeruak di mana-mana. Banyak orang terangsang memiliki kendaraan pribadi. Implikasinya luas. Negara tahun ini menanggung beban Rp 100 triliun hanya untuk menyubsidi pembelian BBM. Pemilik mobil paling banyak menikmati subsidi BBM.
Gubernur Fauzi Bowo kemarin menyetujui prinsip pembangunan subway. Tender dokumen digelar pertengahan 2011, sedangkan pengerjaan fisiknya mulai 2012. Pembangunan subway tahap I, rute Lebak Bulus-Hotel Indonesia dilengkapi 13 stasiun. 7 Stasiun berada dipermukaan tanah yakni di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H. Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Stasiun di bawah tanah terletak di sekitar Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setia budi , Dukuh Atas dan Bundaran Hotel Indonesia.
Tahap II, subway dibangun menghubungkan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dengan kawasan Kota Tua, Beos. Pada bagian lain pemerintah pusat kerjasama dengan Jepang juga membangun subway Bodetabek yang koneks dengan subway di Jakarta.
Sambil menunggu mimpi berubah menjadi nyata, kita terus mendesak Pemprov untuk memaksimalkan sistem pengoperasian Busway Transjakarta. Pasalnya, sampai hari ini masih ada koridor busway kosong layanan.  (*)

geng motor cuy !!!!!

Geng motor menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pengeroyokan melibatkan kelompok pengendara motor dan oknum tentara terjadi hampir tiga pekan terkhir. Polisi dan militer sampai harus menggelar operasi khusus pengendara motor. Data Indonesia Police Watch mengungkapkan setiap tahun lebih dari 60 orang tewas karena ulah geng motor. Tahun lalu sebanyak 65 orang tewas.

Bicara geng motor tentu ingat langkah Kepolisian Bandung. Pada Desember 2010 saking merepotkan, Kepolisian Resor Bandung membubarkan empat geng besar: XTC, Brigezz, GBR, dan Moonraker. Keempat kelompok ini membubarkan diri dalam deklarasi di Lapangan Tegallega, Bandung. Mereka berubah menjadi organisasi kemasyarakatan dan klub otomotif resmi. Di lapangan ceritanya lain. XTC, geng terbesar, masih sulit dibubarkan. Pada Mei 2011, anggotanya di Bogor ditangkap karena menyerang dan merusak.

Dari sekian banyak geng motor Jakarta dan Bandung, berikut kelompok paling ditakuti.

Y-GEN atau Young Generation

Punya slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990-an cukup di Jakarta. Pengalaman pengguna motor di milis-milis menyebut Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran,  Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kembali ke Priok Konvoi Y-Gen biasanya juga masuk Tol Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Pengalaman motor yang dibegal ketika iring-iringan klub motor harus berpapasan dengan Y-Gen, motor langsung diambil paksa.

Ciri geng motor Y-Gen tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG usia SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor, Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir tanpa bisa dicegah polisi.

PACINKO

Sebutan tenar Pasukan Cina Kota. Geng beranggotakan kebanyakan anak keturunan Tionghoa yang didirikan John Indo. Era tahun 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur, tetapi melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Anggotanya kebanyakan bukan keturunan Tionghoa.

Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang jelas berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta. Satu saran bila berpapasan dengan Y-GEN, menghindar.

XTC (Exalt to Coitus)

Artinya kurang lebih menyenangi segala sesuatu tentang seks. Sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk sejak 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan  XTC : Loe asik gw santai, loe usik gw bantai. Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.

Untuk menjadi anggota XTC harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal seperti penodongan.

Brigezz

Dibentuk 1980,an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Anggota dan kekuasaan daerah makin luas, tahun 1999 nama berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Syarat anggota ketrampilan bermotor diuji dengan mengundang bahaya, minum darah.

Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Tiga doktirn yaitu seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.

GBR (Grab on Road)

GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.

Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggu-tunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC.

M2R (Moonraker)

Berdiri sejak 1978 dari siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah Moonraker di bawah Brigezz. Moonraker sebagian besar menguasai daerah Dago dan Dipatiukur.

Menjadi anggota hampir sama dengan geng lain, harus bisa mengendarai motor dari Lembang tanpa rem. Selain itu juga angota baru harus berkelahi dengan senior. Dalam organisasinya terdapat jabatan Panglima Perang, yang mengatur ketika terjadi perang antar geng atau perebutan wilayah.

Perilaku kriminal Moonraker terakhir yang menonjol sewaktu belasan anggotanya menyerang Geng XTC. Satu tewas dengan badan penuh tusukan pada Desember 2011.


sumber : www.tempo.com

Selasa, 10 April 2012

perilaku konsumen ( tugas ke 3)

konsumen

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor.

Prilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang

Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretifPendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut
Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik.[4] Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya.
Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.
Konsep Elastisitas


Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel
dengan perubahan variable lainnya.

Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen
terhadap perubahan harga.

Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan.Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa
besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapabesar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya
produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga
jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan
menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil,
kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan
keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian
besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak
dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa
produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum
membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen
atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh
persen, dua puluh persen, dan seterusnya.
Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas
atau indeks elastisitas.

4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai  dipakai dalam teori ekonomi mikro

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. elastisitas pendapatan (Ey)

-       Elastisitas Harga Permintaan

Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

KRITERIA UKURAN
Ed > 1 : Elastis
Ed < 1  : In Elastis
Ed = 1 : Unitary
Ed = 0 : In Elastis Sempurna
Ed = ~ : Elastis Sempurna

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang

-        ELASTISITAS PENAWARAN

Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah
barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan.jika
elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas
penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.rumus elastisitas penawaran
tersebut adalah sebagai berikut (elastisitas busur):
   Q2 – Q1
          ½ (Q2+Q1)
 Es =
     P2 – P1
           ½ (P2 + P1)
        ∆Q
½ (Q1+Q2)
Es =
        ∆P
½ (P1+P2)
-            
   ELASTIS SILANG

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang
lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan  barang tersebut yang
berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.
        
    QX2 – QX1
          ½ (QX1 + QX2)
Ec=
              PY2  - PY1
          ½ (PY1 + PY2)

Senin, 26 Maret 2012

penawaran dan permintaan ( tugas ke dua)



Penawaran dan permintaan


Penawaran dan permintaan adalah model ekonomipenetapan harga dalam pasar . It concludes that in a competitive market , the unit price for a particular good will vary until it settles at a point where the quantity demanded by consumers (at current price) will equal the quantity supplied by producers (at current price), resulting in an economic equilibrium of price and quantity. Ini menyimpulkan bahwa dalam pasar yang kompetitif , dengan harga satuan untuk barang tertentu akan bervariasi sampai mengendap pada suatu titik di mana kuantitas yang diminta oleh konsumen (harga berlaku) akan sama dengan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen (harga berlaku), yang mengakibatkan ekonomi keseimbangan harga dan kuantitas. dari
The four basic laws of supply and demand are: [ 1 ] Empat hukum dasar penawaran dan permintaan adalah: [1]
  1. If demand increases and supply remains unchanged, then it leads to higher equilibrium price and higher quantity. Jika permintaan meningkat dan penawaran tetap tidak berubah, maka menyebabkan harga keseimbangan yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih tinggi.
  2. If demand decreases and supply remains unchanged, then it leads to lower equilibrium price and lower quantity. Jika permintaan menurun dan penawaran tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga ekuilibrium yang lebih rendah dan kuantitas rendah.
  3. If supply increases and demand remains unchanged, then it leads to lower equilibrium price and higher quantity. Jika pasokan meningkat dan permintaan tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga ekuilibrium yang lebih rendah dan kuantitas yang lebih tinggi.
  4. If supply decreases and demand remains unchanged, then it leads to higher equilibrium price and lower quantity. Jika pasokan berkurang dan permintaan tetap tidak berubah, maka menyebabkan harga keseimbangan yang lebih tinggi dan kuantitas rendah.

Harga pasar suatu barang ditentukan oleh pasokan dan permintaan untuk itu. In 1890, English economist Alfred Marshall published his work, Principles of Economics , which was one of the earlier writings on how both supply and demand interacted to determine price. Pada tahun 1890, Inggris ekonom Alfred Marshall menerbitkan karyanya, Prinsip Ekonomi yang merupakan salah satu dari tulisan-tulisan sebelumnya tentang bagaimana kedua penawaran dan permintaan berinteraksi untuk menentukan harga. Today, the supply-demand model is one of the fundamental concepts of economics. Hari ini, model supply-demand adalah salah satu konsep dasar ekonomi. The price level of a good essentially is determined by the point at which quantity supplied equals quantity demanded. Tingkat harga yang baik sebuah dasarnya ditentukan oleh titik di mana kuantitas yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta. To illustrate, consider the following case in which the supply and demand curves are plotted on the same graph. Untuk mengilustrasikan, perhatikan kasus berikut di mana kurva penawaran dan permintaan diplot pada grafik yang sama.

The law of supply and demand predicts that the price level will move toward the point that equalizes quantities supplied and demanded. Hukum penawaran dan permintaan memprediksi bahwa tingkat harga akan bergerak ke arah titik yang menyetarakan jumlah disediakan dan menuntut. To understand why this must be the equilibrium point, consider the situation in which the price is higher than the price at which the curves cross. Untuk memahami mengapa hal ini harus menjadi titik kesetimbangan, mempertimbangkan situasi di mana harga lebih tinggi dari harga di mana kurva menyeberang. In such a case, the quantity supplied would be greater than the quantity demanded and there would be a surplus of the good on the market. Dalam kasus seperti itu, kuantitas yang ditawarkan akan lebih besar daripada jumlah yang diminta dan akan ada surplus yang baik di pasar. Specifically, from the graph we see that if the unit price is $3 (assuming relative pricing in dollars), the quantities supplied and demanded would be: Secara khusus, dari grafik kita melihat bahwa jika harga satuan adalah $ 3 (dengan asumsi harga relatif dalam dolar), kuantitas yang ditawarkan dan menuntut akan menjadi:
Quantity Supplied = 42 units Jumlah Disediakan = 42 unit
Quantity Demanded = 26 units Jumlah Dituntut = 26 unit
Therefore there would be a surplus of 42 - 26 = 16 units. Oleh karena itu akan ada surplus 42 - 26 = 16 unit. The sellers then would lower their price in order to sell the surplus. Penjual kemudian akan menurunkan harga mereka untuk menjual surplus.
Suppose the sellers lowered their prices below the equilibrium point. Misalkan penjual menurunkan harga mereka di bawah titik ekuilibrium. In this case, the quantity demanded would increase beyond what was supplied, and there would be a shortage. Dalam hal ini, jumlah yang diminta akan meningkat melebihi apa yang diberikan, dan akan ada kekurangan. If the price is held at $2, the quantity supplied then would be: Jika harga diadakan pada $ 2, kuantitas yang ditawarkan maka akan menjadi:
Quantity Supplied = 28 units Jumlah Disediakan = 28 unit
Quantity Demanded = 38 units Jumlah Dituntut = 38 unit
Therefore, there would be a shortage of 38 - 28 = 10 units. Oleh karena itu, akan ada kekurangan dari 38 - 28 = 10 unit. The sellers then would increase their prices to earn more money. Penjual kemudian akan meningkatkan harga mereka untuk mendapatkan lebih banyak uang.
The equilibrium point must be the point at which quantity supplied and quantity demanded are in balance, which is where the supply and demand curves cross. Titik ekuilibrium harus menjadi titik di mana kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta seimbang, yang mana kurva penawaran dan permintaan menyeberang. From the graph above, one sees that this is at a price of approximately $2.40 and a quantity of 34 units. Dari grafik di atas, orang melihat bahwa ini adalah dengan harga sekitar $ 2,40 dan kuantitas 34 unit.
To understand how the law of supply and demand functions when there is a shift in demand, consider the case in which there is a shift in demand: Untuk memahami bagaimana hukum penawaran dan fungsi permintaan ketika ada pergeseran dalam permintaan, mempertimbangkan kasus di mana ada pergeseran permintaan:
 Dalam contoh ini, pergeseran positif dalam hasil permintaan di titik keseimbangan pasokan-permintaan baru yang lebih tinggi baik dalam kuantitas dan harga. For each possible shift in the supply or demand curve, a similar graph can be constructed showing the effect on equilibrium price and quantity. Untuk setiap perubahan mungkin dalam kurva penawaran atau permintaan, grafik yang sama dapat dibangun menunjukkan efek pada harga keseimbangan dan kuantitas. The following table summarizes the results that would occur from shifts in supply, demand, and combinations of the two. Tabel berikut menyajikan hasil yang akan terjadi dari pergeseran pasokan, permintaan, dan kombinasi dari keduanya.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Hukum permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”



Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Hukum penawaran
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”



Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.


Rabu, 14 Maret 2012

SELAT SUNDA

Selat Sunda 
 merupakan selat yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia, serta menghubungkan Laut Jawa dengan Samudera Hindia. Pada titik tersempit, lebar selat Sunda hanya sekitar 30 km. Beberapa pulau kecil terletak di selat ini, diantaranya pulau vulkanik Krakatau.
Sebagai salah satu dari dua lintasan utama yang mengalir dari Laut China Selatan menuju Samudera Hindia (satunya lagi ialah Selat Malaka), Selat Sunda merupakan jalur pelayaran penting. Walaupun bahaya seperti sempitnya selat dan batu karang mengancam, luas Selat Sunda lebih pendek dari Selat Malaka sehingga kapal yang berlayar di sini kecil kemungkinannya untuk terhadang oleh bajak laut.
Pada awal 1942, di selat Sunda terjadi pertempuran antara pasukan Jepang yang dipimpin oleh Laksamana Muda Kenzaburo Hara yang menenggelamkan cruiser Sekutu USS Houston dan HMAS Perth saat kedua kapal tersebut mencoba menghadang pendaratan pasukan Jepang di Jawa.
Dimulai pada awal tahun 2010, pemerintah Indonesia sudah mulai melakukan studi kelayakan untuk pembangunan jembatan yang akan melintasi selat ini. Rencananya jembatan yang akan dinamakan dengan jembatan Selat Sunda (JSS) ini memiliki panjangnya sekitar 32 km, serta dapat menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Sumatera, dengan perkiraan kebutuhan dana untuk membangun jembatan ini mencapai 100 triliun rupiah. Pembangunan jembatan ini juga mencakup jalur lintasan ganda kereta api, instalasi pipa minyak dan gas, jalur kabel serat optik, serta jaringan listriK.

ILMU EKONOMI

Definisi ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah
ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan
yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani ????? (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan ??ยต?? (nomos), atau
"peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam
bekerja.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs
makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs
heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah.
Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku
kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena
pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak
teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand,
informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus
analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan.
misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of
Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak
ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku
manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat
kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan
metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar
sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli
ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining
real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some
economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world
economy bears out its prediction.

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif
untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor
utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode
kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep
aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang
pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain
pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam
menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Masalah pokok ekonomi dapat ditinjau dari 2 sudut pandang:
Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :
1. PRODUKSI Produksi adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang.
Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah pokok ekonomi.

2. DISTRIBUSI Distribusi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai.
Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll
Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara :
1.    Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen akhir/pemakai.
2.    Distribusi tidak  langsung, dimana dalam penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir, importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih mahal.

3. KONSUMSI Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.
Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2 faktor :
1. Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi.
2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban, lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.

Menurut Teori Modern
Menurut Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi oleh perekonomian, yaitu :
1. Apa yang akan diproduksi (What) Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barfang apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya.
2. Bagaimana proses produksinya (How) Hal ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi.
3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for Whom) Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya.

Menurut Richard Lipsey, menambahkan permasalahan perokonomian secara makro, yaitu  tingkat inflasi, tingkat pengangguran dan kapasitas produksi.
System perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.